Gubernur NTB: Umat Islam Menyatu karena Semangat Bela Alquran

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menilai ada dampak negatif dari kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Salah satunya, menyebabkan rasa ketidakpercayaan satu sama lain di antara umat beragama.

Hal tersebut, menurutnya, tercermin dari aksi saling hujat antar agama di sosial media.

"Saya sayangkan ada juga akun dari NTB ikut-ikutan, saya harap kita saling ingatkan umat kita, biar proses hukum bisa selesai dengan keadilan," ujarnya dalam silaturahmi dengan tokoh Agama, tokoh Adat, dan Pimpinan Pondok Pesantren se-NTB di Pendopo Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, Mataram, Senin (14/11) malam. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk saling menghormati antar umat beragama, khususnya di NTB.

Terkait aksi bela Alquran 4 November lalu, gubenur menyatakan rasa kagumnya dengan semangat umat Islam yang
tidak rela kitab sucinya dilecehkan. "Saya kebetulan hadir, kiri-kanan saya ada yang buta, pincang, semua bergerak karena kitab sucinya disebut dengan sebutan yang tidak baik, betul-betul menyatu karena semangat membela Alquran," ungkapnya.

Namun, ia menegaskan, hal tersebut tidak boleh melebar dengan tuntutan lain, termasuk menjatuhkan pemerintahan.

"Kalau judulnya bela Alquran tidak boleh melebar menjatuhkan pemerintah, kalau itu terjadi tugas kita untuk kembalikan ke rel yang benar," paparnya.

Ia menilai, energi dan semangat yang dikeluarkan pada aksi 411 sungguh luar biasa. Namun, energi dan semangat ini pasti akan mengecil jika tujuannya beralih kepada isu politik. "Kalau masalahnya penistaan Alquran kita menuntut hukum ditegakkan, Insyaallah kepolisian amanah," katanya menegaskan. [rol]

Sumber : Posmetro

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Gubernur NTB: Umat Islam Menyatu karena Semangat Bela Alquran"

Posting Komentar