KusukaNews - Realisasi belanja pemerintah pada 2016 sebesar Rp 1.859,5 triliun
sementara pendapatan hanya mencapai Rp 1.551,8 triliun. Alhasil, Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara 2016 terjadi defisit sebesar Rp 307,7 triliun (2,45 persen)
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih besar dari target dalam
APBN-P, yaki Rp 296,7 triliun (2,35 persen) terhadap PDB dan merupakan yang
terbesar sepanjang sejarah.
Sejak 2008, defisit
anggaran keuangan pemerintah mengalami tren kenaikan, baik jumlah maupun
persentase terhadap PDB. Pada 2008 defisit anggaran hanya mencapai Rp 4,1
triliun atau 0,08 persen terhadap PDB. Namun, pada 2016 telah menembus di atas
Rp 300 triliun. Dalam APBN 2017, defisit anggaran ditargetkan akan kembali
meningkat menjadi Rp 330,2 triliun atau sekitar 2,41 persen dimana pendapatan
sebesar Rp 1.750,3 triliun dan belanja Rp 2.080,5 triliun.
Terbatasnya pendapatan
pemerintah, terutama dari penerimaan pajak serta untuk menstimulus pertumbuhan
guna mencapai target tertentu pemerintah biasanya menempuh kebijakan defisit
anggaran. Dalam Undang-undang APBN, defisit anggaran lebih boleh melebihi tiga
persen. [ppc]
0 Response to "Ups! Defisit Anggaran 2016 Terbesar Sepanjang Sejarah"
Posting Komentar